‘teruntuk bahagia’

Kebetulan hari itu rumah sedang sepi. 2 diantara 3 penghuninya sedang berada di lain kota untuk tugas sekolah.. “Ada kiriman paket bu” ujar penjaga rumah ketika Upik sampai di rumah. Akhirnya.. datang juga pesanan yang ditunggu-tunggu; ‘teruntuk bahagia‘. Wah pas untuk menemani sore ini.

Dia teman Upik semasa kecil, semasa berseragam vest kuning di sebuah sekolah susteran di Bandung. Teman yang seru dan kocak.. Tawanya khas, riuh dan renyah, wajahnya ayu, selalu seperti tersenyum ramah. Tidak lama di Bandung, ia pindah bersama keluarganya dan melanjutkan SMA di ibukota. Yang Upik tahu, dia itu penari balet. Sangat suka menari balet.. Meski menurut Upik dengan wajah eksotis dan postur tinggi semampai dia bagus jadi penari apa saja.. Yang Upik ingat juga, mereka dulu sempat gandrung berat dengan filem2 drama musikal seperti Annie. Bisa panjang lebar dan terasa seru banget bahas filem itu. Tapi ga manis-manis amat juga sih.. menonton filem dewasa sambil cekakak cekikik, ga ngerti-ngerti amat juga pernah kok.. Yang pasti selepas masa-masa itu tak ada yang saling berkabar. Upik kehilangan jejaknya. 

Penghujung 2014, Upik baru saja ikut trend, bikin akun IG. Upik menemukan akunnya ketika mencari akun terkait yoga; ‘lisayoga42’. Seorang teman memang sempat berkabar bahwa sekarang ia membuka studio yoga, ‘yoga42’  Wow.. Jadilah Upik memfollownya. Sosoknya masih tampak sama.. wajah ayunya, senyum ramahnya, tawa lebarnya.. Namun mengikuti sepak terjangnya Upik terkagum-kagum dan tak habis pikir, rasanya secara usia sama kok, kan seangkatan 😅. Energi dan semangatnya tampak selalu tinggi.. postingannya padat berisi, menggambarkan kesehariannya yang penuh rasa. Dari kelas ke kelas, dari pertunjukan ke pertunjukan, dari event ke event, dari kota ke kota, bahkan ke negara lain. Intinya semua moment ia syukuri dan jalani dengan bahagia.

Baru belakangan ketika ia membuat sebuah buku, terjelaskan darimana energi dan semangatnya berasal. Buku ‘teruntuk bahagia merupakan kumpulan 10 narasi singkat yang menginspirasi. Dan memang demikian adanya. Bukan kisah perjalanan hidup seutuhnya, bukan pula cerita rinci pengalamannya ketika mengalami flat linemati suri.. ataupun teknik dalam mengatasi pengalaman tersebut. Namun lebih berisi esensi dari keping-keping pengalaman yang mengubah hidup dan perspektifnya dalam memandang semua yang semesta suguhkan. Tidak semua kepingan menyatu untuk memberi pemahaman pada pembaca atas apa yang ia alami. Namun setiap keping menyampaikan pembelajaran, menghadirkan rasa syukur dalam bentuk-bentuknya sendiri. 

Menerima dan membaca ‘teruntuk bahagia‘ sore itu membuat Upik banyak berpikir tentang diri dan hidupnya sendiri, tepat seperti yang dituliskan disitu. Memang masih banyak yang sedang Upik coba pahami dalam hidupnya. Banyak diantara kisah-kisah itu terasa familiar, dan Upik sangat bersetuju. Mungkin pada dasarnya dengan cara dan pemahaman masing-masing, kita semua berusaha menuju arah yang sama. Every single human being wants to be well, happy and free of suffering. At least that much you have in common with everyone around you (Counscious App). Namun tetap saja Upik dibuat termangu.. sekuat apa, seberani apa perempuan, ibu, penari, guru yoga, sekaligus teman masa kecilnya ini hingga dapat mengatakan ihwal arah hidupnya, bahwa ia memang sengaja mengubahnya. Upik tahu bahwa ia perlu menemukan kekuatan dan keberaniannya sendiri. Menarikan tariannya sendiri agar dapat menghayati diri dan keberadaannya.

Ah betapa bahagia itu menular.. terutama bahagia yang hadir dari kesadaran sepenuh-penuhnya seperti yang selalu ia coba hadirkan. 

terima kasih Lisa; [ a woman who sees life through yoga ] dan tim bukunya.

Namaste 🙏

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s