dipanji

Aku perlu buat karya untuk pameran, selesai sebelum pergi ke Cigumentong mom. Waat.. 😥 Berarti hanya punya beberapa hari, plus ditengah persiapan proyek individu dan kegiatan lain? Mau buat apa? Mau coba buat bentuk 3 dimensi, 2 dimensi kan udah. Ok, berarti merasa tertantang dia. Apa konsepnya? Lagi mikir tentang Dualitas pada manusia. Bentuknya topeng tradisional dengan 2 materi; kayu atau gypsum dan metal untuk menghadirkan 2 sisi dalam 1 diri. Hmm bisa jadi menarik.. gimana kalau konsul sama tantiNes untuk dapet alternatif teknis yang paling baik secara waktu n hasil? Ok..

Jadi dualitas itu apa? Apa bedanya sama dualisme? Kalo sama mendua? Mana yang mau dipakai untuk konsepmu? Perlu tepat secara terminologi. Dua sisi saling berlawanan dalam diri manusia, kerap terjadi ketidakseimbangan. Apa harus berlawanan? Apa harus dalam satu tubuh? Mungkin ga dalam spektrum yang berbeda, sehingga yang terjadi bisa saja harmoni? Kenapa topeng, siapa panji? Waah.. musti belajar banyak.. Yaiyalah.. Supaya bisa visualisasikan konsepmu. TantiNes uda bilang mau ajak kamu mikir kok 😉. Berapa ukuran jadinya, cari perbandingan yang tepat untuk bentuk topeng. Jadinya mau pake bahan apa, hitung kebutuhan bahan, mulai cari ke bank sampah, atau minta ke toko2 untuk menyimpankan gih.. 

… sampai hari minus 4 masih berputar di konsep dan pengumpulan bahan. 

… hari minus 3 bikin sketsa dasar dan konsul untuk alternatif teknik. Lalu melengkapi bahan dan mulai mengerjakan sampai akhirnya selesai rangka bentuk dasar. Sampai di tahap ini mulai muncul beberapa alternatif pengembangan yang menarik. Mulai bisa bermain dengan dimensi. Dualisme yang terjadi bisa dilihat dari banyak sisi dan hadir lewat banyak cara. Background vs foreground, outline vs bidang, materi vs bayangan.. Bermain dengan efek visual, menghadirkan bentuk dan ruang dengan bayangan, menggabungkan 2 dimensi dan 3 dimensi. Mulai tampak menyenangkan 😊

… hari minus 2 memperbaiki dan mendetailkan rangka bentuk dasar. Mulai menghadapi kesulitan untuk mengisi bidang, karena sifat bahan yang dipilih ternyata terlalu lunak. Mudah tercabik dan sulit mengikuti kontur. Mencari kemungkinan berbeda untuk solusi selalu menarik. Mencoba beberapa cara, memilih hasil yang terbaik, menimbang tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan tersisa.. sampai akhirnya menemukan dan memutuskan.  

… hari minus 1 finishing; memotong, merapikan, mengecat base lalu dibawa untuk didisplay. Joss..

… hari pembukaan. Acara dikemas menarik, cair dan khas usia remaja. Artist talk menjembatani pengunjung dengan perupa, konsep dan proses berkarya serta keberadaan karya yang secara display tampaknya sangat manut dengan ruang yang ada*. Katalog juga banyak membantu menjelaskan konsep karya dan perupanya pada pengunjung. Namun garis bawah kegiatan yang (kalau tidak salah) pada proses belajar dan ruang kolektif untuk kerja sama 2 angkatan, dimana setiap anak mendapat tugas spesifik untuk menyelenggarakan sebuah pameran, rasanya belum tersampaikan di ruang2 komunikasi diatas. Bahwa sebagian anak menjadi perupa, sebagian menjadi kurator, sebagian lainnya menjadi art-director. Menarik kalau bisa mendapat penjelasan para kurator dan para art-director mengenai pemahaman atas peran dan tugas yang dilakukan terkait peran tersebut.

*) Spesifik catatan ttg display karya Dipanji (muncul karena gatel ngeliatnya): Idealnya display memperhatikan bayangan. Tidak semua orang bisa menangkap unsur-unsur dari karya 3 dimensi (alias punya kepekaan ruang yang sama) maka perupa mengarahkan, melalui art director dan kurator (terutama krn peran tsb ada).

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s