silih tuker buku rencang

Alot juga ternyata mengumpulkan buku. Padahal ada ratusan anak dan orang di sekolah yang berlokasi di kota pula.. 

Kemungkinannya memang banyak. Mungkin banyak yang ga ngeh, ajakan2 yang digaungkan lewat grup sekadar dibaca tanpa diolah. Mungkin juga banyak yang terkendala waktu, ga keburu atau terus menunda menengok dan memilah kumpulan bukunya. Atau mungkin memang masih terlampau sayang untuk mengeluarkan sebuku, dua-buku dari koleksinya. Termasuk saya sendiri jujurnya mengalami semua hal diatas.. Awalnya ga ngeh, info kegiatan tersapu arus tinggi di medsos sehingga sekadar dibaca tanpa disadari apa yang kemudian harus dilakukan. Setelah sadar, mencari waktu memilah buku di rumah dari weekend ke weekend terus mundur dan tertunda. Menengok tumpukan dan jajaran buku saja tidak cukup untuk bisa memilah buku yang akan dikeluarkan. Masih butuh waktu panjang untuk menimbang dan menimang buku2 yang akan dikeluarkan. Alasannya klasik, ‘suatu hari’ akan dibaca lagi atau lebih parah, baru separuh atau malah belum sempat dibaca.. 

Berdasarkan pengalamannya, Marie Kondo yang dikenal dengan metoda KonMari-nya, mengatakan bahwa ‘suatu hari’ itu, artinya ya ga pernah. ‘Sometime’ means ‘never’. Tujuan sesungguhnya dari buku adalah untuk dibaca, menyampaikan informasi pada pembaca. Informasi yang terkandung di dalamnya lah yang menjadi penting. Buku tidak jadi berarti bila hanya berdiam di lemari. Pengalaman saat membaca lah yang memberi arti. Diingat ataupun tidak, isinya sudah ada dalam diri pembaca. 

Jadi, ketika memutuskan buku yang akan disimpan, saran dari Marie Kondo adalah lupakan pikiran bahwa suatu hari saya akan membacanya lagi atau apakah saya telah menguasai isi buku tersebut. Ambil buku demi buku dan putuskan apakah buku itu menggerakkan hati atau tidak. Simpan buku yang benar2 membuatmu bahagia saja. Anak2 malah lebih mudah membuat keputusan. Tidak perlu waktu lama untuk mengeluarkan setumpuk buku dan mengatakan, “Yang ini udah ga kepake mam..”

Kembali ke festbuk, kegiatan yang digagas untuk menggerakkan kesadaran mengenai buku. Mengingatkan kembali asiknya membaca, asiknya bertukar buku, dan sasaran yang muncul kemudian di tengah proses persiapan adalah asiknya berbagi.

Meski guliran awal terasa lambat, menjelang pelaksanaan grafik spirit terasa meningkat pesat. Anak2 membawa buku untuk ditukar dengan token, yang kemudian dapat ditukar lagi dengan buku2 teman yang telah terkumpul. Beberapa membawa buku untuk dijual dengan harga terpatok. 

Semangat betul mereka. Dengan sungguh-sungguh memilih sesuai kesukaan, memilihkan untuk adik, memilihkan untuk mama, memilihkan atau menganjurkan buku seru yang pernah dibaca pada teman.. Ada yang berusaha menyembunyikan saking suka dan khawatir buku pilihannya keduluan diambil orang. Anak yang punya banyak token berbagi pada teman bahkan pada kakak yang tidak punya token karena tidak membawa buku untuk ditukar. Mudah2an selanjutnya kakak2 juga bersedia turut bertukar buku. Ada juga yang kehabisan pilihan karena baru bisa datang menjelang akhir, terutama dari jenjang SMP. Kasihan juga.. meski jumlah buku terkumpul di jenjang2 SMP dan KPB, memang tidak sebanyak di jenjang usia dini dan SD, tetap perlu jadi catatan ke depan untuk mencari sistem yang lebih adil secara waktu. 

Di awal sempat berpikir apakah sebagai gerakan sasaran festbuk ini terlampau jauh? Kalau tingkat kesadaran sudah tinggi tentu semua akan bergerak cepat dalam merespon. Mungkin juga tidak sampai perlu digerakkan dengan kegiatan seperti ini karena membaca, bertukar buku dan informasi tentang buku sudah menjadi bagian dari keseharian.. 

Saat ini masih perlu karena memang belum. Namun melihat proses pertama kemarin, bolehlah kita menjadi lebih optimis.. Beberapa kakak dan orangtua yang bersedia membantu, terlibat dengan sungguh dan semangat. Menaruh ide, berinisiatif, bergerak cepat.. Tidak banyak secara jumlah, namun efektif. Kegiatan berjalan cukup lancar dan menyenangkan. Sisa buku relatif tidak banyak dibanding jumlah buku terkumpul di hari itu. Buku yang dititip jual juga habis tak bersisa. Namun capaian yang paling mengesankan tampaknya adalah semangat berbagi yang ditunjukkan anak-anak.. 

Meski sederhana, mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal yang baik.

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s