kak nita

Beberapa hari lalu aku berkesempatan bertemu seorang narasumber di kelas teman-teman Kakapo, yang sedang membahas tentang pengenalan diri, pembuatan autobiografi, serta mempersiapkan Nyaba Lembur.

Narasumber hari itu adalah seorang ibu muda yang ramah, menyenangkan, dan asik banget. Ia juga seorang penulis blog dan buku-buku seru..!! Kehadirannya dengan antusiasme yang besar, dipadu dengan wawasan yang luas terasa memberi energi positif di kelas.. bahkan sampai lupa memperkenalkan diri.. hihi.. 

Namanya Yuli Anita, namun lebih dikenal dengan nama Adenita, yang menjadi nama siaran dan nama penanya. Sebenarnya karena kebetulan sedang berada di Bandung dan ingin dolan ke sekolah, sekalianlah kak Danti ‘mengundang’ kak Adenita ini untuk berbagi pada teman-teman Kakapo. Mudah-mudahan yang punya nama ga keberatan kalo disini aku sebut dengan kak Nita, supaya ga terlalu panjang ✌

Sejak awal Kak Nita berusaha membangun perhatian dan koneksi dengan teman-teman belia di kelompok ini lewat detil info, seperti nama dan keunikan diri yang ia catat baik saat perkenalan, juga lewat respon atau jawaban teman-teman atas pertanyaan yang ia ajukan. Terlihat jejak pengalamannya sebagai penyiar radio dan reporter dari gaya berceritanya yang luwes mengalir. 

Sambil bercerita tentang pengalamannya, kak Nita tak lupa menyampaikan nilai-nilai sepanjang jaman yang penting untuk terus diperhatikan. Di antaranya adalah pentingnya menempatkan diri saat bertemu, mewawancarai orang. Istilahnya ‘berdiri sama tinggi, duduk sama rendah’. Maksudnya menghargai orang yang kita ajak bicara lewat respon dan sikap kita. Siapapun dia, bahkan tukang sampah sekalipun. 

Kita juga perlu mengamati lebih dalam untuk menemukan esensi. Misalnya saat kak Koben mengatakan dirinya unik. Cari tahu lebih lanjut apa yang membuat unik. Tidak sekadar dari yang terlihat seperti baju hitam atau rambut panjang, coba tilik lebih jauh. “Oh.. suka bersepeda kak!” hmm tampaknya teman-teman mulai paham nih. Kak Nita menarik teman-teman lebih jauh lagi, eksplor detil! Kalau bando jadi salah satu keunikan kak Koben, apa yang mungkin bisa kita ceritakan tentang bando tersebut? Meski sebagian masih ragu, tapi muncul berbagai respon menarik.

Demikian juga dengan pengenalan diri sendiri. Dalam proyek autobiografi ini, kita perlu betul-betul mengenal diri, kelebihan dan kekurangan kita. Karena pintar saja tidak cukup. Kita perlu mengembangkan sisi softskill; budi pekerti untuk memancarkan ‘kilau’ diri. Jangan takut akan keterbatasan. Menurut kak Nita, orang yang mengenal dirinya, seperti Tasha yang menyatakan dirinya pemalu, mungkin bisa mengekspresikan diri dalam bentuk lain. Biasanya orang yang pemalu itu bagus-bagus loh tulisannya. Atau bisa juga berkolaborasi dengan teman yang memiliki kekuatan di bidang yang belum dikuasai.. “Kebayang ga energi positifnya..” ujar kak Nita bersemangat. 

Hari itu kak Nita juga menunjukkan karyanya, secara khusus suplemen 23 Episentrum, sebuah buku tambahan dari novel 23 Episentrum yang berisi catatan perjuangan mengejar mimpi dari 23 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Termasuk diantaranya arsitek yang ingin menjadi pilot meski terkendala doktrin lingkungan, terus berusaha bahkan sempat menjadi supir taxi untuk modal belajar terbang.. Juga seorang pegiat biogas di Cikole yang bekerja dengan hati, tanpa lelah untuk mengembangkan dan mensosialisasikan teknologi biogas di Indonesia.. Atau seorang pemain game yang akhirnya berhasil menjadi CEO dari sebuah game developer. Ia bahkan mempekerjakan beberapa puluh mahasiswa untuk bermain game, mencoba game-game yang ia buat.. (“Waah..!” Denzel salah seorang teman Kakapo yang juga penggemar game berseru tertahan sembari tersenyum lebar..) Jajaran 23 kisah yang menginspirasi.. dan itu terjadi di seputar kita.. 

“Ide bisa datang dari mana saja dan kapan saja.. dan selama matahari masih satu, ide pasti berulang..” ujar kak Nita. “Ehh?..” teman2 tampak bingung.. Iya sih, kadang kita melihat sesuatu yang ide dasarnya sama dengan ide kita. Artinya orang itu mengeksekusi idenya sehingga menjadi sesuatu yang bisa dilihat, dinikmati, dipahami orang lain.. Menurut Timmy idenya sangat banyak, mengalir, tapi tidak tereksekusi karena.. tertumpuk ide baru. Wah bagus dong.. Catat dulu saja kata kunci dari apapun yang muncul supaya tidak terlupa dan hilang. Kemudian eksplor detil untuk mengembangkan dan menyajikan ide tersebut. Kak Nita menyatakan bahwa ia sendiri merasa puas dan lega ketika berhasil menuntaskan sebuah tulisan. Tentunya hal ini berkait dengan target pencapaian yang kita tentukan untuk diri sendiri ya kak?

Menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan teman-teman, terutama seputar penulisan blog yang baru di jenjang ini mulai mereka tekuni, kak Nita juga memberi tips-tips yang tentunya akan sangat berguna buat teman-teman Kakapo. 

Semisal pertanyaan Cindy tentang cara membuat blog yang menarik, yang banyak dikunjungi orang. “Ooh traffic ya..” kak Nita menyimpulkan. Sebelum menjawab, kak Nita bertanya balik tentang pemahaman teman-teman Kakapo tentang blog yang memang masih berada pada tahap awal. Dari situ kak Nita menjelaskan bahwa blog yang menarik, (paling tidak untuk dirinya) adalah blog yang informatif dan bahasanya tidak alay. Wah sepakat kak.. memang pusing kalo baca postingan yang banyak singkatan, banyak istilah gaul yang mungkin digunakan supaya terasa kekinian, tapi malah bikin malas baca. Dan memang bahasa yang digunakan kak Nita sendiri pada buku-bukunya sangat enak dibaca dan dimengerti. 

Hal lain yang bisa bikin blog kita menarik adalah foto, gambar / illustrasi.. gunakan watermark atau penanda untuk meminimalisir penyalahgunaan gambar kita oleh orang lain. Pesan pentingnya memang perlunya kehati-hatian dan sikap antisipatif karena perjalanan segala sesuatu yang telah diunggah di dunia maya benar-benar berada di luar kontrol kita. Kak Nita bahkan secara khusus belajar untuk dapat membuat penanda itu. 

Hal lain yang bisa dilakukan untuk membuat blog yang menarik adalah lewat tema khusus sesuai minat dan kesukaan. Misal blog khusus mengenai DIY, blog khusus puisi, blog khusus resep.. dll. Bisa juga dikelola dengan membuat beberapa Page dalam satu blog yang berisi tema-tema spesifik. 

Terakhir, untuk menarik pembaca, kak Nita memberi saran untul memanfaatkan jaringan sosial media lain yang sudah dimiliki seperti instagram atau twitter untuk menginformasikan postingan terbaru. Hmm idenya lingkarblogger banget tuh..

Pertanyaan Karmel tentang kesulitan dalam menyusun postingan karena tidak terlalu suka menulis, jadi suka malas meski pingin juga, serta kesulitan dalam hal tata bahasa, direspon kak Nita dengan saran untuk rajin membaca sampai menemukan gaya yang pas. Jitu banget kak Nita ini.. setuju pisan bahwa cara paling mudah dan menyenangkan untuk belajar tata bahasa adalah dengan banyak membaca. Secara tidak langsung dengan terus membaca kita terpapar pada semua yang perlu kita pahami kok, sehingga kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas dan tepat terinstal dalam sistem kita. Tentunya dengan catatan bacaannya bermutu juga ya..

Nah supaya ga malas, kak Nita menyampaikan tentang manfaat dari menulis. Bisa sangat luar biasa loh.. salah satu contohnya, ketika berada dalam kondisi psikosomatik malignant sewaktu istri yang sangat dikasihinya meninggal dunia, pak Habibie dianjurkan untuk menulis, menulis dan menulis.. hingga kemudian kumpulan tulisannya menjadi buku Habibie & Ainun bahkan difilemkan. 

Untuk mulai menulis, gunakan catatan kata kunci yang kita miliki tentang hal-hal yang menarik, buat rang dulu saja. Prung wae heula, tuliskan dulu apa adanya supaya bisa kita baca dan cermati sendiri. Di sini kak Danti sebagai former roommatenya kak Nita turut memberi masukan. Bahwa kita perlu punya dua topi; topi penulis dan topi editor. Topi penulis kita gunakan saat kita berperan sebagai penggagas. Kita menuliskan gagasan, isi pikir dan rasa kita. Topi editor kita gunakan saat kita menempatkan diri sebagai pembaca. Membaca kembali semua yang sudah kita tuliskan, sambil menimbang, memperbaiki, menambah atau mengurangi hingga gagasan kita dapat tersampaikan dengan jelas. Kadang peran itu bisa saja dilakukan oleh 2 orang yang berbeda, misalnya pada kasus pak Habibie, tulisannya diedit oleh orang lain yang memang berprofesi sebagai editor. 

Beep.. aku tengah menyelesaikan tulisan ini saat muncul notifikasi WA dari grup lingkarblogger. Ternyata kak Rizky memberi tautan posting tulisan Cindy tentang “Sharing” bersama kak Adenita. Asiknya.. 

Aku tidak sempat mengikuti kelas hingga selesai dan berpamitan dengan kak Nita sih.. tapi sangat menikmati kesempatan ini.. Mudah2an seperti aku, kakak dan teman-teman Kakapo mendapat banyak masukan dari kak Nita hari ini.. Terima kasih kak Danti untuk idenya, dan terima kasih kak Nita sudah berbagi dengan hati.. 🙏 

.

Iklan

2 thoughts on “kak nita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s