jatuh cinta

Waktu itu Obi masih duduk di jenjang TKA. Suatu sore dia bercerita tentang tingkah polah teman-teman  di kelasnya, “Ma, tadi si A sama si B jatuh cinta loh.” ujarnya. Waah apa pula ni, benakku langsung memikirkan berbagai kemungkinan ‘jatuh cinta’ ala anak usia 4 tahun.. “Emang gimana jatuh cinta itu bi?” aku kemudian bertanya. “Ya gitu.. lagi ketawa-ketawa terus pelukan sampe jatoh-jatoh..” Ga berani ngakak di depan dia, merasa konyol sendiri sekaligus geli, cuma bisa senyum-senyum sambil berusaha merespon netral, “Oh gituu ya.. kasian amat ya bi sampe jatoh gitu.” Udahnya langsung sms kak Wien, kakak kelasnya saat itu, soalnya pingin cari temen ngakak 😀

Sejak itu rasanya belum mendengar frasa ‘jatuh cinta’ lagi dari dia maupun abangnya. Fingers crossed bila suatu saat kelak aku mendengar frasa itu lagi dari mereka, aku masih akan bisa merespon dengan netral lagi, tersenyum lagi, dan merasakan bahagia yang sama.

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s