babeh

Hari ini hari jadi babeh, salah satu orang terdekat sekaligus panutan bagiku.

P1200357    precious memory dari sisa2 peninggalan jaman dulu 🙂

Ketika kami kecil rasanya babeh termasuk ayah yang ga terlalu banyak bermain atau berinteraksi dengan anak-anak. Babeh termasuk ayah yang tegas, disiplin bahkan terasa galak untuk kami ketika kecil, ga ada yang berani bilang enggak sama beliau. Ingat betul waktu dulu, kami sejak kecil semua harus bisa berenang, titik. Jadi kalau berlibur atau jalan-jalan, ke tempat yang ada kolam renangnya babeh biasanya berdiri di tepi kolam memberi komando. Dan sebelum kami menuntaskan titahnya untuk berenang 10x bolak balik (standard minimal), ga ada yang boleh main 😀

Babeh juga termasuk ayah yang tidak banyak bicara. Tapi saat beliau bicara, semua mendengar. Apalagi bila beliau sudah menaikkan sedikit suaranya, zap.. silent deh all of the sudden 😀 biasanya kejadian kalau kita berada di mobil, 4 anak di bagian belakang mobilnya kadang terlalu berisik rupanya, sedikit saja beliau mengeluarkan suara “Heh..” apapun yang kami lakukan langsung terhenti, kita cuma bisa saling berpandangan, nyengir, teteup sih saling tunjuk, saling meledek tapi ga berani ngeluarin suara 😀

Saat kami mulai besar, relasi dengan babeh semakin terbangun asik. Babeh sering membawa kami berjalan ke tempat2 yang bagus. Walau dulu belum sepenuhnya bisa menikmati, babeh selalu mendorong bahkan memaksa kita untuk bangun dan menikmati. Biar namanya liburan, ga ada tuh acara males-malesan tidur sampai siang. Katanya, “Kamu tuh beruntung, banyak orang waktu masih muda, masih kuat, masih fit, pingin jalan2 ga punya duit, setengah mati kerja ngumpulin duit, sampe ga punya waktu juga. Waktu duitnya kekumpul, udah keburu tua, ga punya tenaga, ga bisa menikmati lagi.” Heheh.. iya deh. Pada dasarnya babeh memang orang yang sangat adventurer, sejak muda demen jalan, berburu sama gengnya ke daerah-daerah, juga hobby banget olah raga, maniac 😀 andalan tim basket sekolahnya, jagoan tennis, tennis meja, suka golf.. dan yang terakhir yang belum lama mulai ia pelajari karena ga mau kalah sama cucu-cucunya adalah berenang 😀 makanya versi berlibur babeh adalah active holiday 😀

Biasanya sambil berjalan-jalan atau saat duduk-duduk menikmati suasana, babeh banyak bercerita, tentang banyak hal; politik, ekonomi, pekerjaan, keseharian, masyarakat, keluarga, pertemanan, budaya… tentang apapun; pengalamannya, pendapatnya, pandangannya, apa yang benar dan tidak benar, bagaimana seharusnya… Terasa benar disitulah kami mengenal betul siapa babeh sebagai pribadi, hal ini memantapkan nilai-nilai yang kami anut, meneguhkan cara pandang dan sikap kami. Ketika kami dewasa, babeh seringkali bertanya balik tentang kondisi kita masing-masing, sekolah, usaha, pekerjaan, teman-teman… Dan dalam menjawab pertanyaan babeh, seringkali aku merasa seperti berkaca untuk melihat sudah tepatkah langkah yang aku ambil dalam hidupku. Bukan mencampuri, jauh dari itu malah aku sangat punya kebebasan dalam membuat keputusan, dan apapun yang aku putuskan sepertinya babeh selalu mendukung. Aku bahkan tidak tahu apakah sebenarnya babeh setuju atau tidak, bahkan ketika ia memberikan pendapatnya, ia semata memberi dukungan. Kalaupun ternyata aku salah, tanpa menyalahkan babeh tetap mendukung aku dalam memperbaiki dan membuat langkah selanjutnya. “Itu hidup kamu, kamu yang njalanin, aku hanya bisa bantu kasih dukungan.” ungkapnya ketika aku bercerita mengenai sebuah keputusan besar yang aku ambil. Langkah hidupku tidak selalu baik dan tepat, namun seperti kata babeh yang penting adalah selanjutnya; bagaimana kemudian aku memperbaiki diri.

Sebagai pribadi, terasa benar bahwa babeh itu punya karakter Sanguin yang kuat. Orang yang sangat menonjol dengan kemampuan sosialisasi yang tinggi. Agaknya kemampuan ini juga banyak terasah oleh pengalamannya dalam berorganisasi. Kehadirannya selalu membawa suasana menyenangkan, babeh bisa ngobrol seru dengan siapa saja. Dalam suatu acara atau pertemuan, tidak sulit mencari babeh, biasanya ia sedang asik bercerita di antara beberapa orang dengan antusiasme yang terpancar lewat suara dan gerak tubuhnya, menarik bagi orang-orang untuk mendengarkan. Beberapa kali aku mendapat pertanyaan dari teman ngobrolnya, “Papamu ini umurnya berapa sih?” 😀 Penasaran yaa.. Bukan hanya karena hobbynya olahraga, babeh memang aware betul sama yang namanya jaga kesehatan. Tampaknya beliau memang lebih sehat dari aku 😀 Selalu punya jadwal untuk berolah raga, makannya tidak pernah berlebihan, tidak pernah melewatkan yang namanya buah, dan hebatnya… babeh selalu mengupas dan memotong buah untuk dia sendiri bahkan untuk kami 😀 jarang sekali dia minta dikupasin atau dipotongin… Babeh juga bisa sehat karena beliau termasuk orang yang bisa tidur enak dan tentrem di mana saja, mau lagi sehat, lagi senang, lagi susah, ga masalah, asal mata sudah mengantuk, yang penting aman, dia bisa memejamkan mata dan sebentar kemudian sudah mengeluarkan suara gergaji, zzz. Pernah ketika sedang berburu, tengah malam saat menunggu celeng yang lewat dari atas pohon, babeh merasa mengantuk. Dengan santai ia mengikatkan diri pada pohon, dan tertidur pulas. Terbangun karena suara tembakan senapan tepat di sebelah telinganya, ngiiiing… berdenging deh berhari-hari.. 😀 Waktu muda sempat merokok, tapi kata beliau karena dulu mah ga tau bahayanya.. berhenti seketika karena bertaruh sama teman2 sekantor, menang dan tidak pernah lagi menyentuh rokok. Ga minum karena memang alergi sama alkohol.. blessing in disguise itu mah ya 😀 Secara fisik memang babeh termasuk sehat untuk usianya, tapi secara insight ia juga selalu berusaha menajamkan diri. Babeh suka membaca. Tidak hanya koran atau majalah, tidak hanya bacaan yang berkait dengan lingkup pekerjaannya, tapi juga dalam hal lain, wawasan, pengetahuan, pemahaman atas perubahan-perubahan yang terjadi, perenungan yang mendalam. Pernah ketika sedang berlibur, babeh tiba-tiba mendatangi kita yang sedang bermain-main di luar, dia bilang “Eh denger ni, aku mau bacain sesuatu yang bagus..” Tentunya, your wish is my command, kami semua, anak dan cucunya diam mendengarkan babeh membacakan satu chapter dari buku Like a Flowing Rivernya Paulo Coelho, tentang Kisah Sebatang Pinsil dengan ke-5 pilarnya yang aku ingat hingga kini.

Dalam kesadarannya untuk terus menjaga dan membangun diri, babeh memang sangat menjunjung banyak nilai luhur dalam dirinya. Babeh adalah seorang yang loyal, sungguh dan tekun dalam bekerja, dedikasinya sangat tinggi. Belakangan menjelang masa pensiunnya yang belum kunjung tiba karena terus ditunda, babeh mulai mencari kesibukan yang dapat ia (‘kita-kita’ jujurnya sih 😀 ) nikmati; mengurus sebidang kebun di kawasan utara Bandung. Setiap punya waktu senggang ia menyempatkan diri mengunjungi kebunnya untuk mengurus, memperbaiki, atau sekedar menikmati suasana dengan secangkir kopi kesukaannya, hingga terbangun komunitas kecil yang terdiri dari penduduk di kampung dekat kebun. Seolah menjadi bapak asuh, kehadiran babeh di tengah mereka menjadi lebih penting tampaknya dari bapak RW disana 🙂 Babeh mengajak anak-anak di situ bermain, hiking, nonton misbar pakai infocus, kemping.. senang bangetlah pokoknya mereka. Para ibu-ibunya bikin kelompok belajar menjahit sama mama, atau membantu babeh membersihkan kebun. Tampaknya kebun itu jarang sepi, bahkan saat babeh tidak berada di sana, kebun itu seolah menjadi playground untuk mereka. Bila pergi ke pertokoan atau sedang berbelanja, babeh kerap mencari sesuatu untuk dibagikan pada mereka. “Ne, cari dompet yang biasa aja dimana ya? itu ibu-ibu musti diajarin, masa duitnya dikucel-kucel..” Pada cucu-cucunya ia berpesan, “Eh kamu kalau ada mainan yang udah ga kepake kumpulin ya, nanti opa bagikan di atas.” Atau saat akan mulai sekolah misalnya, “Eh lu anter gw ke toko buku ya, gw musti beli buku tulis untuk anak-anak itu.” 😀 Untuk aku, apa yang babeh lakukan adalah luar biasa. “Lu tau ga, supaya cukup mereka itu cuma bisa makan sedikit, 2x sehari, sampe anak-anak yang masih kecil itu.” Empatinya besar dan keinginan membantunya tulus. Tidak ada hal yang dilakukan dengan setengah-setengah. Kalau mau, lakukan sebaik mungkin. Ah banyak sekali pesan dan pelajaran hidup yang aku terima darinya.  Sangat mensyukuri kelimpahan berkat yang kami terima dari semesta melalui beliau 🙂

Selamat ulang tahun babeh,  wishing you many happy returns! love u..

.

Iklan

2 thoughts on “babeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s