ilalang

Aku (dan abangku) punya kebiasaan yang untuk orang lain ternyata bisa jadi tampak aneh. Kalau lagi ngobrol, ngumpul, diskusi, atau sekedar berada di lapang rumput (sekolah ataupun rumah) kita suka gatel melihat ilalang/rumput liar yang tumbuh diantara rumput yang sengaja ditanam oleh tukang kebun, lalu jadilah ngobrolnya disambi mencabuti rumput liar itu. Ga pernah berpikir bahwa ini adalah kelakuan yang aneh. Baru sadar itu ga biasa ketika ada kakak-kakak yang berkomentar karena melihat gunungan rumput liar yang terkumpul, “Ya ampun itu si ibu, lagi ngapain..? “ 😀 Lama2 terbiasa, tidak banyak lagi komentar, malah ada kakak atau anak yang kadang ikut membantu, atau ketularan? hehe.. Belum lama seorang rekan bertanya dari mana asalnya kebiasaan itu? Hmmm iya jadi mikir dari mana ya?

Dulu, mama yang sangat suka tanaman sering membawa aku ke berbagai kebun, tempat jual tanaman, atau rumah temannya yang juga penggemar tanaman. Di rumah pun mama menanam banyak sekali tanaman di kebunnya. Sering sekali kalau aku mencari2, mama sedang berada di kebun, ya itu tadi.. menyiangi tanamannya atau sedang bicara dengan tukang kebun sambil tangannya tetap mencabuti ilalang, daun yang sudah menguning atau kering. Suka asik kan kalau melihat orang yang sedemikian attentive dan bertekun.. Demikian juga saat melihat mama, ngikutin dia sebentar aja di kebun, seperti melihat dia melakukan make over.. tarrraa.. si tanaman menjadi rapi dan cantik kembali. Mungkin dari situ aku lantas jadi suka gatel juga kalau lihat ilalang yang tidak seharusnya berada di situ. Malah sempat jadi salah satu dari must do list di rumah setiap akhir minggu; nangkring di kebun dari pagi sampai siang.. 😀 Ada terasa puas saat berhasil menarik utuh sebuah ilalang tanpa terputus hingga akarnya tercerabut. Kadang terasa seperti kegiatan meditatif, menertibkan pikir yang bercabang2 dan simpang siur.

Coelho dalam salah satu buah pikirnya (Prepared for Battle, But With a Few Doubts; Like a Flowing River) mengatakan bahwa ‘ilalang’ adalah usaha bertahan hidup dari spesies tertentu yang tercipta dan dikembangkan oleh alam selama jutaan tahun. Itu berarti setiap aku mencabut satu ilalang berarti aku mengakhiri satu kehidupan; kematian sekuntum bunga yang seharusnya mekar di musim semi, juga lambang keangkuhan manusia yang selalu mencoba membentuk lanskap di sekitarnya. Ah gilanya.. aku tidak pernah berpikir sejauh itu. Seolah si ilalang mengatakan bahwa aku sudah jauh-jauh datang ke kebunmu, kenapa kau ingin membunuhku? Namun kemudian si rumput seolah juga mengatakan lindungi aku, kalau tidak ilalang itu yang akan membunuhku.

Naah pikir instanku mengabsahkan.. bahwa bukan semata mengakhiri kehidupan kok, tapi kehidupan yang tidak semestinya. Haah siapa yang memberimu kuasa untuk itu? Apakah intervensi manusia terhadap semesta selalu berakhir baik? Dalam skala besar memang banyak tindakan ikut campur manusia terhadap alam yang berdampak negatif. Pada kenyataannya alam akan terus berusaha untuk bertahan hidup, menyebarkan diri kemana-mana. Dan manusia dengan ataupun tanpa keangkuhannya akan melakukan apa yang memang harus dilakukan.

Di akhir tulisannya Coelho mengatakan bahwa pada akhirnya ia mendapat jawab dari sebuah kalimat dalam kitab Bhagavad Gita;  ‘Sudah digariskan bahwa semua yang kau lakukan akan terjadi, tak ada yang membunuh dan tak ada yang mati’. Ia lantas kembali bersemangat melanjutkan tugasnya mencabut ilalang yang tumbuh tanpa diundang di kebunnya.

Manusia melakukan apa yang harus ia lakukan, semua sudah digariskan.

Dan aku pun kembali membaca perlahan pelajaran yang didapat Coelho dan ia sampaikan lewat tulisannya tersebut;  ‘Jikalau ada sesuatu yang tidak baik tumbuh di dalam jiwaku, aku mohon pada Tuhan supaya memberiku kekuatan yang sama untuk mencabut dan membuangnya tanpa ampun’.

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s