dee arimura

Lama ga berkabar, belum lama berselang Dee kirim tautan tentang upayanya untuk membantu Michael, putra semata wayangnya melawan food allergies. Haru baca catatan kecilnya..

Dear Michael, this is for all the heartbreaks & rejections of:

Not being able to eat the same treat as other kids’ birthday cakes.

For every time you said “Those looks yummy, do you think those will have my allergies?” Or

“At the school event they said we can buy food! can we buy some?” – sorry sweetie, those are not safe for you.

“When I outgrew my allergies, I will eat real food!” – (I promise you Michael, that you have been eating real delicious food.)

“My friend said that his parents will take him to a restaurant with chocolate fountain… I would looove to go to, can we?

“For having to watch and not being able to eat ice cream, cakes, brownies, cookies from restaurant/fair/school etc.

Hang in there Michael!!

( p.s: can’t help my self to laugh at point no.4 though.. 😀 )

Sweet Haydee.. Back to the sweet old days, waktu kita sekeluarga belum lama pindah rumah, Dee adalah tetangga sekaligus teman main di rumah baru. Teman yang cantik, manis, pintar dan seru 😀 Abangnya seusia abangku, adiknya seusia adikku, dan Dee sendiri tepat seusia denganku. Jadilah kita cukup sering ngumpul bareng, mulai dari main boneka, sepeda, main di sawah dekat rumah, sampai pretend playing berpetualang a-la Lima Sekawan atau Sapta Siaga (yang saat itu jadi ‘must read’ booknya kita). Haha bodor sekaligus seru banget kalo inget jaman itu. Inget bener juga Dee suka banget makan enak 😀 Mukanya itu loh, ekspresif banget kalo udah ketemu makanan enak 😀 apalagi sweet and tasty dessert. Ibunya pun jago masak enak. Oh oh.. jadi inget  pertama kali aku aku tahu yang namanya caramel itu buatan si tante, yang terus bikin aku suka banget sama yang namanya caramel 😀

Michael ternyata alergi terhadap makanan tertentu.. duh pastinya berat buat Dee dan Tosh. Ah jangankan buat Dee yang penikmat makanan, buat aku aja, ngenalin dan ngeliat anak2 waktu mereka nyicipin satu rasa baru adalah momen yang mengesankan banget.. Saat pertama kali mencoba ice cream, chocolate, yogurt, cookies, candies.. ekspresi anak-anak tuh emang lucu banget.. apalagi kalo ternyata suka, minta lagi, lagi, lagi.. trus makannya sampai belepotan kemana-mana, semuka-muka, setangan-tangan, sebadan-badan kalo perlu 😀 .. dan such treats seringkali jadi menu khusus yang menjadikan event-event special emang berasa spesial buat mereka.

Sejujurnya aku nda bisa membayangkan apa yang Dee dan Michael hadapi dalam keseharian mereka. Jangankan untuk anak seusia Michael, kita aja yang udah besar, udah dewasa, udah tua malah, masih seringkali kesulitan menahan keinginan. Apalagi kalau udah kabita sama makanan yang tampilannya menarik banget, yang kata orang-orang enak banget, yang namanya mengundang, yang iklannya bikin ngiler, atau yang sohornya sampai kemana-mana.. meski kita tau makanan itu ga sehat banget.. paling ngga nyicip dikiiit doang deh biar ngga penasaran. Ah Dee, aku nda bisa membayangkan apa yang harus dilakukan seorang ibu untuk menjaga perasaan anaknya saat kepingiiin sekali (tapi ga boleh 😦 ), mencoba makanan yang dengan asik dinikmati oleh teman-teman disekelilingnya. Aku juga nda bisa membayangkan repotnya jadi ibu yang selalu harus ekstra hati-hati dalam menyiapkan makan untuk anaknya supaya tidak sampai kemasukan bahan yang bisa memicu alerginya.

Membayangkan semua itu, ketika membaca apa yang Dee sekeluarga upayakan untuk Michael menjadi sangat berarti. What a great mom you are Dee! And for your sweet angel, aku mengingat Michael sebagai anak yang manis banget, mudah-mudahan semua kesulitan ini, semua heartbreaks and rejections yang harus ia alami menjadikan Michael semakin kuat dan tangguh. You must be proud of your self Michael!

Meski tahu benar, menjalaninya ga semudah itu, aku pingin bisa bilang “It’s ok Michael, you’ll better off without those treats.” Maksudku, banyak ortu yang pada akhirnya juga kewalahan menahan keinginan makan anaknya yang udah overweight, banyak ortu yang ga berdaya menghadapi rengekan anaknya untuk jajan junk foods or sweets. Tampaknya makan itu adalah mengenai kebiasaan, mengenai zona nyaman, mengenai keberanian untuk berubah. Aku sendiri juga baru belajar bahwa Liking Healthy Food is a Choice, dari blognya Leo Babauta, Zen Habits. Mudah-mudahan bisa jadi masukan.

All the best for you Arimura Team!

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s