muka awan

Hari itu sangat cerah, langit biru berawan putih. Aku dan Obi berada di tepi sebuah lapangan sepak bola yang terbuka luas. Masih banyak waktu sebelum latihan pramuka pertama yang akan diikuti Obi dimulai. Baru beberapa anak saja yang hadir. Kami duduk menunggu. Ketika memperhatikan dia dan sekitar, aku mulai menyadari.. iya ya sudah cukup lama sejak kita berdua punya waktu untuk menikmati saat itu sendiri; waktu yang tenang, tanpa tv, game, gadget, makanan, orang lain atau pekerjaan rumah – just do nothing moment. Dulu saat anak-anak masih kecil, aku kerap menikmati moment itu, ketika moyan.. menikmati hangat sinar matahari pagi sambil memperhatikan polah mereka, mendengar baby talks mereka, atau ketika mengantar mereka tidur, hingga lelap seperti malaikat. Beranjak besar, semakin sulit untuk benar-benar lepas dari sesuatu. Ada saat-saat dimana mereka malah merasa resah bila tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. Aku sendiri rasanya memang jarang mengijinkan diri untuk berdiam tanpa melakukan apa-apa. Kalau tidak terbiasa memang malah jadi resah, merasa harus mengerjakan sesuatu, memikirkan sesuatu. To do list, task list, agenda, kalender yang rasanya selalu penuh. Kalaupun sedang tidak ingin melakukan apa-apa, selalu saja ada rasa bersalah ketika melihat rumah yang berantakan atau rasa gatal ketika melihat barang yang belum kembali ke tempatnya 😀 belum lagi media komunikasi yang rasanya selalu melambaikan tangan, mengundang mampir untuk sekedar mencari tahu apa yang terjadi dengan teman, saudara atau entah siapa di belahan lain kota atau dunia kita.

Obi mulai melihat ke atas. Otomatis aku ikut melihat ke atas.. langit biru tak berbatas, dihiasi awan putih yang bersih. Seketika terasa lega di dalam diri, seolah duniaku tidak lagi berbatas.

IMAG0433

Obi mulai bertanya, “Kata mama, awan yang itu seperti apa?” sambil menunjuk gumpalan awan besar di atas kita [yang jujur saat itu menurut aku tidak seperti apa-apa 😀 ya seperti gumpalan awan saja.. ] Sambil memperhatikan dan mencoba mencari ide bentuk-bentuk yang terpikir, rasa senang hadir di hati, ntah karena apa. Iyaa.. si Obi memang sering tiba-tiba mengungkap sesuatu yang tidak biasa, salah satunya ya seperti awan itu.. 😀 “Hmm.. seperti apa ya bi.. kalo kata Obi seperti apa?” “Ada muka, tapi ga terlalu mirip sih, itu yang lubang 2 bisa jadi mata, itu yang dibawahnya jadi mulut, trus itu topinya.” Obi menjelaskan sambil tertawa-tawa geli sendiri.. “Eh mulutnya yang mana bi?” “Itu yang ituu..” katanya sambil menunjuk.. “Yah udah bergerak ma..” Lalu kita berdua asik cari-cari bentuk lagi. Ah awan hari ini secara bentuk kurang spekta nih.. atau aku yang kurang imajinatif ya?? 😀 Setelah beberapa saat mengamati dalam hening, Obi menunjuk lagi, “Kalo diliat 2 dimensi, aku nemu muka lagi ma, itu matanya, idungnya sama mulutnya, pake topi juga.” “Hmm mana bi? Maksudnya 2 dimensi teh gimana bi?” Belum sampai mendapat bentuk-bentuk yang Obi tunjuk, “Yah uda bergerak lagi deh..” Upss mama kurang cepat nih.. Hahaha.. penasaran, si awan terus kita perhatikan, terus berubah perlahan membuat bentuk-bentuk yang berbeda.. sampai akhirnya lebih banyak orang mulai hadir, meramaikan tempat berlatih dan membuat Obi merasa terundang untuk bergabung dengan temannya – saatnya kembali ke bumi 😀

Senang rasanya mendapat kesempatan menikmati kembali do nothing moment berdua Obi. Sulit untuk menceritakan apa yang terasa, tapi untuk aku, menjadi salah satu precious moment yang ingin aku kenang disini.

love you bi 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s