makan

Untuk urusan yang satu ini, tampaknya aku dapat warisan dari babeh.. Sejak kecil kita berdua selalu jadi nomor satu di meja makan. Bukan karena jago makan, tapi karena kalo makan cuepeet buangeet.. 😀 Dalam hal selera juga sama, kita penggemar makanan ringkas. Apa tuh? Makanan yang makannya nda repot hehe. Nda perlu macem2. Dulu konon kata beliau, dia digedein sama tahu n tempe, eh diturunin juga tuh, aku juga gede sama tahu. Makanan yang repot makannya, macam ikan, udang, kepiting, biasanya pass aja deh..

Di ujung lain, ada mama dan kakak sulungku. Benar-benar pada ujung kutub yang berlawanan. Makan itu, untuk mereka sepertinya kudu dinikmati, jadilah makannya lamaaa buangeet..  Hampir setiap makan bareng, mereka baru bergerak mengisi piring, sementara kita ber-2 udah nutup sendok.  Kacau juga ya kalo diinget-inget.

Dengan konsep bhw makan adalah salah satu kegiatan wajib harian, sebangsa dengan mandi, tidur, dsb., diakui memang agak sulit buat aku untuk bisa benar-benar menikmati makanan. Yang bisa jadi makanan enak dan perlu dinikmati bite per bite-nya buat aku, idem dito juga dengan babeh, kayaknya lebih ke dessert, cake, ice cream.. Simple, small portion, tapi rasanya merdu.. yumm 🙂 sweetness, bitterness, death by chocolate..that’s us

Belakangan aku suka makan bareng rekan baru di kantor. Karena biasanya sambil ngobrol ngalor-ngidul, kita nda merhatiin masalah kecepatan makan ini.. Lama kelamaan, baru keliatan, baru nyadar.. kok meski dia mulai duluan, trus piring aku biasanya lebih penuh pula, aku selalu saja beres duluan.. Sampe-sampe sekali  waktu dia berhasil selesai duluan, rasanya jadi momen istimewa gituh. Trus kita jadi mbahas dan mikirin masalah makan.. Padahal ga penting juga sih, tapi ya lucu aja jadinya..  Ternyata, untuk dia, makan itu rehat, istirahat, break.. jadi memang perlu lah dinikmati banget, karena diharapkan mengisi kembali energi sekaligus membuang kepenatan.

Waah jadi ngeh bahwa fungsi dan arti makan buat tiap individu bisa sebeda itu ya..

Kalo diinget, i’ve been a fast eater for as long as i lived. Tapi sepertinya pola ini semakin dikuatkan setelah punya anak. Saat anak-anak masih newborn, jadwal keseharianku berubah terus, mengikuti perkembangan dan pola mereka. Namun, buat aku apalagi saat masih menyusui, makan itu jadi kewajiban. Aku harus makan pada waktu makan. Apa yang dimakan tidak jadi masalah dan tidak dipikir lagi. Sudah bisa makan, sudah sempat makan sudah bagus. Terasa sekali, dulu itu, sempat mandi santai, bisa makan tidak terputus, menjadi kemewahan tersendiri.  Don’t take it wrong, i have no regrets at all, aku sangat menikmati masa aku baru menjadi ibu kok. Sekedar memetakan pola makanku yang aneh ini.

Sekarang, aku harus pantang beberapa jenis makanan. Aku merasa bersyukur bahwa aku ga pernah rewel dengan makanan. Tapi aku merasa juga bahwa aku perlu untuk slow down, lebih menikmati proses makan itu sendiri. Terlebih karena makanan kegemaranku sudah harus ditinggalkan. Dari apa yang masih boleh aku makan, rasanya perlu juga untuk lebih dinikmati dan disyukuri.

Di rumah, yang tampaknya mendapat warisan kebiasaan makan cepat ini adalah anak bungsuku. Sementara si sulung di kutub satunya, penikmat makanan sejati. Aku suka sekali sebenernya liat orang bisa menikmati makan, bisa makan enak dan banyak..meski aku sendiri ga jadi otomatis kepingin makan. Aku juga suka dengan suasana makan bareng sama keluarga, sama teman..meski makanku sendiri cepat. At least dengan keterbatasan pola dan jenis makanan yang bisa aku makan, aku menikmati kebersamaan, aku menikmati momennya. Mudah2an dengan lebih disadarinya hal ini, aku akan dapat lebih menikmati proses makan yang lebih tenang, lebih sehat dan lebih menyenangkan.

Hayu atuh kita makan.. 😉

.

Iklan

2 thoughts on “makan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s