finland phenomenon

[arsip] Catatan singkat setelah nonton bareng di Hari Belajar kakak Smipa.

Berangkat dari kesadaran kolektif bahwa manusia adalah sumber daya utama sebuah negara, Finlandia merancang sistem pendidikan yang kemudian menjadi fenomena yang sungguh fenomenal. Saat menyaksikan sistem dan cara belajar yang berjalan di sana, terasa sebagai kebenaran yang sesungguhnya – Iya ya.. memang seperti itu proses belajar yang seharusnya ya.. ; Suasana belajar yang nyaman, usia belajar yang matang, pendidikan untuk semua tanpa memandang faktor apapun [equality & equity], belajar untuk membangun kemampuan berpikir, kemampuan mengolah, kemampuan menemukan, kesadaran akan nilai-nilai yang penting, skill / keterampilan yang penting, guru dengan kualitas yang tinggi, fasilitas yang baik, dst, dst, dst.. Namun saat semua itu dijabarkan dan dihadapkan dengan sistem dan cara yang berjalan di sini, di negara kita, menjadi terasa sebagai bentuk ideal, sempurna, yang masih sangat jauh untuk dicapai.

Tampaknya semua sepakat bahwa di sini, di Indonesia, bahkan titik kesadaran bahwa manusia dengan segala akal budi, potensi, dan kemampuannya adalah sumber daya penting, bahkan dasar dari sebuah negara saja, tampaknya baru tahap ‘nyaho’ di segelintir orang.

Bagaimana dan darimana kita musti mulai?

Dengan segala ketidaksempurnaan yang ada di sekeliling kita, akan mudah bagi kita untuk menunjuk berbagai hal dan kondisi ruwet tersebut sebagai penyebab / sumber masalah. Tapi toh hal ini tidak akan mengubah apa-apa, malah membuat kita lelah sendiri.

Bagaimana kalau mulai dari diri, masing-masing dari kita disini, di Smipa. Apa yang bisa kita lakukan di Smipa untuk dapat mendampingi generasi muda yang dititipkan pada kita agar dapat menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik?

Selalu ada 2 sisi, kita dapat merasa kurang diuntungkan oleh berbagai hal yang terjadi di luar kontrol kita, namun kita juga dapat memusatkan perhatian pada hal positif yang kita miliki atau dapat kita bangun.

Semisal tentang guru. Latar belakang, kualifikasi, kemampuan dan potensi kita memang sangat beragam. Sistem pembekalan untuk menyamakan standarpun masih terus dalam proses penyesuaian dan perbaikan. Namun diyakini juga bahwa belajar, berkembang, ‘menemukan’ itu proses sepanjang usia. Apalagi kakak-kakak Smipa masih muda-muda 😉 Sepanjang kesadaran dan keinginan untuk terus menjadi lebih baik itu ada, niscaya Smipa juga akan punya guru-guru dengan kemampuan yang terbangun baik.

Atau tentang kurikulum. Kita bisa saja merasa tidak berdaya dan wajib ikuti kurnas, namun pada kenyataannya hingga saat ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya kita bisa menjalankan program belajar berbasis tema dan terpadu untuk membangun berbagai aspek. Tentunya perlu terus kita sempurnakan dengan kesediaan kita semua untuk belajar, mencoba, terbuka, mencari, dan berbagi, niscaya kita akan punya kurikulum ajeg yang sesuai dengan konsep, tujuan dan kebutuhan kita di sini.

Pada akhirnya, bersetuju dengan semua kakak yang sudah membagikan pendapat dan pemikirannya sebagai hasil hari belajar ini, fenomena Findland ini memang menginspirasi, dan inspirasi akan menjadi berguna bila diikuti dengan tindakan. Ayo Belajar!!

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s